Grounding untuk Insomnia: Cara Alami Mendukung Tidur Lebih Nyaman
13 October 2026
Administrator
Sulit tidur dapat dipengaruhi oleh stres, konsumsi kafein, jadwal tidur yang tidak teratur, penggunaan ponsel menjelang malam, hingga kondisi kesehatan tertentu. Salah satu aktivitas sederhana yang dapat dicoba untuk membantu tubuh lebih rileks adalah grounding.
Grounding dilakukan dengan berdiri atau berjalan tanpa alas kaki di atas permukaan alami, seperti rumput, tanah, atau pasir yang bersih dan aman. Aktivitas ini bukan pengobatan insomnia, tetapi dapat dijadikan bagian dari rutinitas untuk membantu tubuh beralih dari kesibukan menuju waktu istirahat.
Mengapa Grounding Dapat Membantu Tubuh Lebih Rileks?
Tubuh membutuhkan masa peralihan sebelum tidur. Jika pekerjaan baru selesai, pikiran masih aktif, dan perhatian terus tertuju pada ponsel, tubuh mungkin belum siap untuk langsung beristirahat.
Saat melakukan grounding, kita diajak berjalan perlahan, merasakan pijakan kaki, mengatur napas, dan memperhatikan suasana sekitar. Aktivitas ini memberi kesempatan untuk meninggalkan layar dan berbagai kesibukan selama beberapa menit.
Rasa nyaman yang muncul setelah grounding kemungkinan berasal dari beberapa hal yang berlangsung bersamaan, seperti:
-Tubuh bergerak secara ringan
-Pikiran beristirahat dari layar
-Napas menjadi lebih teratur
-Perhatian kembali pada tubuh
-Suasana alam membantu menciptakan rasa tenang
Dengan demikian, grounding tidak bekerja seperti obat tidur yang langsung menimbulkan rasa kantuk. Kegiatan ini lebih tepat digunakan untuk membangun suasana yang membantu tubuh merasa lebih siap beristirahat.
Apa yang Ditemukan dalam Penelitian?
Salah satu penelitian awal melibatkan 12 orang yang mengalami masalah tidur, nyeri, dan stres. Selama delapan minggu, peserta tidur menggunakan alas konduktif yang dihubungkan dengan tanah.
Penelitian tersebut melaporkan perubahan pola kortisol dan perbaikan keluhan tidur berdasarkan laporan peserta. Namun, jumlah pesertanya sangat sedikit dan penelitian tersebut belum menggunakan kelompok pembanding yang memadai.
Artinya, hasilnya menunjukkan potensi yang menarik, tetapi belum cukup untuk membuktikan bahwa grounding dapat mengatasi insomnia pada semua orang. Penelitian yang lebih besar masih diperlukan untuk memastikan manfaat dan cara kerjanya.
Grounding tetap dapat dilakukan sebagai kegiatan pendamping selama aman dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun terapi dari tenaga kesehatan.
Cara Melakukan Grounding Menjelang Tidur
Grounding dapat dilakukan pada sore hari atau beberapa waktu sebelum tidur. Pilih waktu ketika suasana sudah lebih tenang dan permukaan masih terlihat dengan jelas.
1. Kurangi penggunaan ponsel
Selesaikan pekerjaan dan simpan ponsel selama beberapa menit. Gunakan waktu tersebut untuk memberi tanda kepada tubuh bahwa aktivitas hari ini mulai berakhir.
2. Pilih tempat yang aman
Carilah halaman, taman, atau pantai dengan permukaan alami yang bersih. Pastikan tidak terdapat batu tajam, pecahan kaca, duri, sampah, serangga, atau permukaan yang terlalu panas.
3. Lepaskan alas kaki
Berdirilah dengan telapak kaki menyentuh rumput, tanah, atau pasir. Rasakan tekstur, tekanan, dan suhu permukaan di bawah kaki.
Tidak perlu mencari sensasi tertentu. Cukup arahkan perhatian pada apa yang sedang dirasakan tubuh.
4. Berjalan secara perlahan
Mulailah berjalan dengan santai tanpa mengejar jarak maupun jumlah langkah. Jika pikiran kembali memikirkan pekerjaan, sadari sejenak, kemudian arahkan perhatian kembali pada pijakan kaki.
5. Atur napas
Tarik napas perlahan melalui hidung, lalu embuskan dengan nyaman. Lakukan beberapa kali tanpa menahan atau memaksakan napas.
Grounding dapat dilakukan selama 5–15 menit atau disesuaikan dengan kenyamanan. Setelah selesai, bersihkan dan keringkan kaki sebelum masuk ke rumah.
Lanjutkan dengan Rutinitas Malam yang Menenangkan
Setelah grounding, hindari langsung kembali membuka media sosial atau menyelesaikan pekerjaan. Pertahankan suasana tenang dengan meredupkan lampu, membaca buku ringan, mandi air hangat, atau mendengarkan musik lembut.
Untuk melengkapi perawatan dari luar, Minyak Varash dapat dibalurkan secara lembut pada tengkuk hingga sepanjang tulang belakang, telapak kaki, serta bagian tubuh yang terasa kurang nyaman.
Lakukan balur dengan gerakan yang hangat, lembut, lambat, dan berirama. Sensasi hangat dari minyak dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman dan rileks sebelum beristirahat.
Pastikan kulit dalam kondisi bersih dan kering. Jangan gunakan pada luka terbuka dan hentikan pemakaian jika muncul iritasi.
Tetap Perhatikan Kebiasaan Tidur
Grounding sebaiknya dibarengi dengan kebiasaan tidur yang lebih teratur. Usahakan untuk:
-Tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama
-Membatasi kopi menjelang sore dan malam
-Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur
-Tidak makan terlalu banyak menjelang istirahat
-Membuat kamar gelap, tenang, dan nyaman
-Tetap bergerak secara rutin pada siang hari
Jika sulit tidur terjadi terus-menerus, mengganggu aktivitas pada siang hari, atau disertai dengkuran keras dan napas seperti terhenti, lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Pelankan Langkah sebelum Beristirahat
Tidur yang nyaman tidak selalu dimulai ketika tubuh sudah berada di atas kasur. Prosesnya dapat dimulai sejak kita berhenti bekerja, meletakkan ponsel, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk menenangkan diri.
Grounding dapat menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Lepaskan alas kaki di tempat yang aman, berjalanlah perlahan, rasakan setiap pijakan, dan atur napas dengan nyaman.
Grounding bukan obat untuk insomnia. Namun, jika dilakukan secara rutin dan dibarengi kebiasaan tidur yang baik, aktivitas ini dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang agar tubuh lebih siap untuk beristirahat.